Beranda > Sekilas Berita > Resiko Dari Tanda-tanda Ketagihan Seks

Resiko Dari Tanda-tanda Ketagihan Seks

Dengan kemajuan dan kecepatan internet sebagai media informasi saat ini, informasi atau tayangan tentang seks sangat cepat untuk dinikmati oleh para pengguna internet di dunia. Tidak terlepas juga para pengguna internet di Indonesia. Seperti mereka yang ketagihan alkohol, obat bius, atau judi, orang yang ketagihan seks dapat mengorbankan karir, keluarga, bahkan kesehatan untuk memenuhi hasrat mereka.

“Kami pernah mengobati orang yang telah menghabiskan 50.000 dolar atau lebih dalam setahun hanya untuk seks. Ada pula seorang pria yang mempunyai empat keluarga di empat kota berbeda. Dapatkah anda membayangkan energi yang harus disediakannya untuk memuaskan keempat wanita itu?

Orang itu meninggal karena serangan jantung dalam usia lima puluh tahun,” kata Patrick Carnes, Ph.D., direktur klinis Sexual Dependency Unit dan Sexual Therapy Program di Del Amo Hospital di Torrance, California, dan pengarang Don’t Call It Love.
“Mengumbar nafsu secara berlebihan, begadang setiap malam, dan selalu takut ketahuan, semuanya bisa menuntut bayaran sangat mahal. Ketagihan adalah sesuatu yang membuat anda stres, dan stres membuat anda lekas tua.”

Pria yang ketagihan seks di Amerika mencapai enam persen, demikian taksiran Dr. Carnes. Beberapa di antara faktor-faktor risiko dan tanda-tanda ketagihan itu adalah:
* Pernah mengalami pelecehan seksual semasa kanak-kanak.
* Merasa malu dengan kebiasaan seksual anda.
* Tidak mampu menghentikan perilaku seksual anda meskipun tahu bahwa itu tidak benar.
* Percaya bahwa aktivitas seksual anda tidak normal.
* Melakukan praktik-praktik seksual, misalnya prostitusi atau seks dengan anak di bawah umur, yang jelas bertentangan dengan hukum.

Bila anda merasa ketagihan, anda mungkin tidak harus meninggalkan seks sama sekali. Namun, anda dapat belajar menghindari perilaku-perilaku yang memicu ketagihan tersebut. Kalau anda curiga bahwa anda mengalaminya, konsultasikan dengan dokter spesialis masalah seksual.

Hati-hati dengan masalah ini, pencegahannya bisa anda lakukan dengan membina keluarga dan teman-teman di sekitar anda dengan nilai-nilai agama. Agama merupakan perisai yang paling kuat untuk membatasi hawa nafsu terutama dengan “hal naluriah ini”.

Kategori:Sekilas Berita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: