Beranda > Materi Sastra > Membuat Naskah Drama

Membuat Naskah Drama

Persoalan dasar penyusunan naskah drama adalah bagaimana menyusun sebuah alur cerita yang menarik sekaligus bermakna. Pada dasarnya alur cerita dalam naskah drama mengikuti pola alur prosa cerita pada umumnya, yaitu terdiri dari paparan, rangsangan, gawatan, tikaian, rumitan, klimak, leraian, dan selesaian.

Yang dimaksud paparan adalah peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut hanya disajikan adegan-adegan yang secara tidak langsung menjelaskan siapa tokoh-tokoh yang akan bermain dalam cerita itu. Belum disajikan konflik apa-apa. Contoh paparan adalah adegan dimulai dengan seorang pembantu rumah tangga yang sedang membersihkan ruang tamu.

Yang dimaksud rangsangan adalah peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut mulai ditunjukkan adegan-adegan yang memungkinkan terjadinya konflik. Contoh rangsangan adalah adegan di mana muncul anak dari majikan pembantu rumah tangga tersebut yang langsung marah-marah tidak jelas alasannya.

Yang dimaksud gawatan adala peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut mulai ditunjukkan bahwa masalah yang muncul dalam adegan sebelumnya potensial menimbulkan konflik terbuka. Contoh gawatan adalah adegan di mana anak dari majikan tersebut bercerita bahwa dia baru saja memukuli seseorang karena berbuat kurang ajar ketika pulang tadi.

Yang dimaksud tikaian adalah peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut ditunjukkan bahwa telah terjadi konflik terbuka antartokoh. Contoh tikaian adalah adegan di mana orang yang dipukuli tadi datang (ke panggung) dan langsung memaki-maki anak majikan tersebut, dan anak majikan tersebut juga membalasnya.

Yang dimaksud rumitan adalah peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut ditunjukkan bahwa masalah tersebut menjadi semakin rumit, agak sulit diselesaikan. Contoh rumitan adalah adegan di mana kedua belah pihak saling menuntut, kemudian muncul tokoh ketiga (orangtua misalnya).

Yang di maksud klimak adalah puncak konflik. Konflik semakin menjadi-jadi, mencapai puncaknya. Bagian ini merupakan puncak ketegangan dalam cerita. Contoh klimak adalah adegan di mana tokoh yang tadi mengejar-ngejar anak itu mengeluarkan belati dan mengancam akan membunuh anak itu jika tuntutan tidak dikabulkan.

Yang dimaksud leraian adalah peristiwa di mana dalam peristiwa tersebut ditunjukkan tanda-tanda penyelesaian atas konflik. Contoh leraian adalah adegan orangtua dari anak tersebut yang sanggup memenuhi tuntutan orang itu karena menyadari bahwa anaknya memang salah.

Yang dimaksud selesaian adalah akhir cerita. Selesaian belum tentu menyelesaikan konflik melainkan mengakhiri pertunjukan. Contohnya adalah tokoh itu menerima uang lalu pergi. Bisa juga dibuat lebih kreatif misalnya ketika mereka sudah bersalam-salaman tanda setuju tiba-tiba terdengar suara tembakan dan tokoh tersebut tewas. Layar ditutup!

Semoga Bermanfaat

Kategori:Materi Sastra
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: