Beranda > Novel > Tekad Bunga

Tekad Bunga

Sebuah desa kecil berpenduduk sedikit, situasi lingkungan yang sangat memprihatinkan, kumuh, kurangnya pendidikan terhadap warganya, dan kesemerawutan tata kota yg tidak teratur, yaitu Desa Bojong Kusir.
Bunga salah satu warganya, dia seorang gadis belia,cantik,anggun,dan mempesona, dia masih duduk di bangku SMA, jarak sekolah dan rumahnya sekitar 5km, Bunga berangkat sekolah menggunakan sepeda ontel milik bapaknya bernama SUKARDI, Bunga sudah tidak memiliki ibu, ibunya meninggal sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD, Bunga memiliki adik laki2 berusia 13th, Di usianya ke 16 mawar disibukan dengan aktivitas pekerjaan rumah dan kegiatan sekolah.

Suatu hari MAWAR sedang merenungkan nasibnya, ”mengapa aku ditakdirkan menjadi orang yang tak punya, hidup dilingkungan yang kurang sempurna, apa bisa aku seperti teman-teman sekolahku, hidup penuh dengan kemewahan”, lamunan Bunga” terhenti ketika ada suara bapaknya bertanya,: ”ada apa Bunga, belakangan ini kamu sering melamun?” Bunga menjawab: ”tidak ada apa2, aku hanya berpikir, apa aku bisa seperti teman2ku yg serba ada”. Mendengar perkataan mawar tadi, Sumardi agak tersinggung, ia merasa belum bisa memberikan yang terbaik buat mawar, dengan penuh kasih sayang sumardi menasihatinya” kamu jangan berbicara seperti itu, memang bapak tidak bisa memberikan yg terbaik buat kamu, sekarang— bapa harapkan kamu bisa lebih pintar dan sukses, hanya do’a yang bisa bapa berikan,.

Tekad Bunga yg kuat untuk menjadi orang sukses membuat semangat dia terus bangkit, dia menginginkan perubahan pada dirinya dan tempat kelahiranya.
Sesudah tamat SMA mawar melanjutkan studinya diperguruan tinggi yg berada di kab KUNINGAN, setelah Bunga selesai kuliah dia mengamalkan ilmunya dibidang magemen, lahan tani bapaknya yg sedikit itu dia kelola untuk agribisnis, kerjasama dengan SANDY teman sewaktukuliah, SANDY mau mengeluarkan modal untuk agribisnisnya, mereka berdua mau terjun langsung kelahan. Disamping itu mawar MAWAR merekru beberapa orang untuk dijadikan anggota kelompok taninya, genap setahun kelompok taninya, Bunga pun membuat proposal pembentukan KOPRASI TANI, dengan kegigihan mawar, apa yang di cita – citakanya terwujud, dia kini bisa membangun kampung tercintanya, melalui KOPRASI yang didirikanya, sarana kemasyarakatan dia perbaiki semua.
Agribisnisnya yg semakin maju, bahkan sekarang mawar memiliki lahan agri bisnis yang luas, membuat MAWAR dan SANDY semakin dekat, dan akhirnya diusia ke 25 MAWAR dan SANDY bersanding dipelaminan.
Memang kekuatan tekad tidak bisa di ganggu gugat, mudah – mudahan banyak yg meniru tekad Bunga, kesempatan bukan hanya di AGRI BISNIS, masih banyak peluang untuk berbisnis.

Kategori:Novel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: